Cintaku


CINTA DI UJUNG PENANTIAN
Cinta smu menjadi cerita cinta yang luar biasa indahnya, dan ada sebagian orang yang merasa bangga dengan kisah cintanya meski tidak sepenuhnya membahagiakan. Salah satunya  Fara,…
Perkenalan yang cukup singkat, bermodalkan pena dan kertas. Dengan segenap keberanian ia mengungkapkan cinta kepada fara. Lucky  adalah nama cowok bonek (bondo nekat atau bermodalkan tekat).
Mata indah bola pimpong masihkah kamu kosong?
Itulah kalimat yang tertulis dibagian pojok kertas itu,dan bermaksud ungkapkan maksud hatinya,  semua ditujukan kepada Fara. Rupanya keberuntungan memihak kepada lucky, karena Farapun juga memendam rasa yang sama, tidak sungkan juga Fara membalas surat cinta yang diterimanya itu.
Merekapun kini bersepakat menjaga hubungannya yang masih sangat muda itu, karena mereka yakin tidak semua orang memihak kepada hubungan cinta mereka. Tidak selang begitu lama, timbul konflik pada status mereka, karena sikon (situasi dan kondisi) mereka yang bertempat ditempat yang rawan untuk hubungan cintanya.Ini lagu yang dinyanyikan lucky buat fara….
Usah Tinggal Daku Kekasih
Usah Biar aku Bersedih
Percintaan ini Memang Zalim
Tak Bermata Tak Behati
Seolah-olah Kini Teracunnya Dunia
Kita Pernah Riang Bersama
Kita Pernah Rasai Duka
Mereka Ingin Kita Berpisah
Tanpa Harga Tanpa Nilai
Tanpa Mu aku Sepi

Korus
ku Tetap Akan Berpegang Janji
Untuk Hidup Bersamamu
Walau Diri Sengsara
Tiada Lagi Air Mata
Dapat ku Merayu Untuk Bersamamu
Jangan Tinggalkan aku Walau Sementara
Jangan Biarkan Dendam Mempermainkan Kita
Di Mataku Hanya Kau Penawar dan Syurga
Usah Engkau Tinggalkan
Rupanya lagu ini mendekatkan mereka dengan berbagai masalah dalam hubungannya….Namun demikian tidak juga semudah itu mereka melepas cintanya, karena satu alasan mereka tetap bertahan hingga kini.Dan mereka ikat janji “takkan ada perpisahan meski gelombang tajam menerpa perahu cinta mereka”
Mereka hanyalah insan biasa, meski mereka berusaha saling menjaga hubungan mereka, namun apa daya jika Tuhan berkata lain,..
Meski mereka hidup dimasa sekarang namun ternyata orang tua lucky masih sedikit banyak menganut adat terdahulu atau adat  jawa. Orang tua lucky menghalangi kisah mereka karena satu alasan,(ngalor ngulon)kata orang jawa yang berarti arah tempat tinggal mereka, dari rumah lucky ke rumah fara itu kearah utara barat seperti orang meninggal yang dibaringkan ke utara dan dihadapkan kebarat.Demikian kentalnya pengaruh adat jawa, hingga tercipta jarak antara mereka.
Usai kelulusan sekolah luckypun meninggalkan tempat dimana lucky telah mengenal fara, lucky mencoba beradu nasib ke pulau seberang. Pulau Kalimantan menjadi tempat peraduan lucky, Meski jauh terpisah jarak rupanya mereka masih mencoba menjaga cintanya, hanya kenangan yang jadi pegangan cinta mereka, kecupan kening dari lucky buat fara sebagai tanda perpisahan mereka.
Waktupun berganti, menambah kan segala keresahan dalam sejuta kerinduan, lucky yang dinanti tak juga kunjung datang, dan beribu cinta datang mencoba menggoda keteguhan cintanya.
Didengar kabar lucky telah kembali dari pulau seberang, betapa bahagia hati fara,…hingga berujung sejuta keraguan, “jika memang ia telah datang ,mengapa tiada temuiku,adakah orang lain dihatinya, adakah penyesalan atas cintanya terhadapku?” namun, semua Tanya tak pernah ada jawabnya.
Hingga suatu sore menjawab semua peraduan hatinya, koiri.Koiri adalah teman dekat lucky, dengar- dengar ia adalah teman yang ditemui lucky untuk sampaikan pesan buat fara. Sambutan hangat dengan harapan kabar itu akan membawa pangeran cintanya, rupanya sore itu tidak menjawab segala Tanya, melainkan sebaris kata dari mulut koiri “ kamu disuruh lupakan dia” bagai petir yang menyambar ditengah hari,semua tidak dapat dipercaya begitu saja, demikian kisah cinta mereka, “CINTA DIUJUNG PENANTIAN”


0 Komentar di "Cintaku"